Jumat, 11 Mei 2018

Menikmati pesona candi di dekat perkebunan Teh Kemuning



Berada di tempat wisata yang alami mampu menyegarkan fikiran dan memberikan asupan serta nutrisi yang baik sebagian orang. Jika berada di daerah Karanganyar, Jawa Tengah cobalah mampir ke bangunan sejarah yang berada di kawasan yang maasih alami. Berlibur sambil meng-eksplore Candi Ceto dapat menjadi pilihan.
Candi Cetho merupakan candi yang bercorak agama Hindu. Menurut perkiraan kompleks Candi Ceto di bangun pada masa akhir era Majapahit. Tempat ini biasa digunakan sebagai tempat pemujaan oleh penduduk setempat dan peziarah yang beragama Hindu. Seperti tempat beribadah Hindu lainnya, ketika akan masuk kompleks candi, pengunjung diwajibkan memakai poleng. Poleng ini berupa kain mirip sarung yang dikenakan di pinggang.
Kompleks Candi Ceto berada di lereng Gunung Lawu sebelah barat pada ketinggian 1496 mdpl. Berjarak sekitar 4 km dari candi Sukuh yang sama-sama peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar ini lokasinya berada di atas kawasan Perkebunan Teh Kemuning yang hijau dan luas. Sehingga pengunjung dapat menyaksikan pemandangan perkebunan teh dengan leluasa sembari menikmati indahnya alam yang tercipta.
Dahulu ada 2 jalur pendakian resmi gunung Lawu yaitu melalui Cemara Kandang dan Cemara Sewu. Sekarang jalur melalui Candi Cetho mulai banyak dikenal pendaki. Sehingga kompleks Candi Ceto menjadi semakin ramai pengunjung. Dikarenakan kompleks Candi Ceto berada di lereng gunung maka akses menuju tempat sangat menanjak, sehingga ada baiknya jika pengunjung menyiapkan kendaraan yang prima.


1 komentar: