Goa/Gua Pindul termasuk
salah satu destinasi wisata alam di Yogyakarta, yang berlokasi di Desa Bejiharjo,
Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Daerah ini terletak di kawasan
pebukitan karst sehingga didominasi oleh bebatuan. Nama pindul ini diambil dari
mitos kisah perjalanan Joko Singlulung yang mencari ayahnya. Dia menelusuri
hutan, sungai dan gua. Saat menelusuri gua ini, kepala Joko terbentur pada
sebuah batu besar. Sehingga diambil dari
kata pipi gebendul, maka tersebutlah Gua Pindul.
Gua Pindul menjadi tempat
wisata yang terkenal karena cara yang unik untuk menyusurinya. Yaitu wisatawan
duduk diatas ban dalam besar (tube) yang telah dimodifikasi dengan diberi
pengait. Dan juga memakai jaket
pelampung, sehingga walaupun wisatawan tidak bisa berenang, mereka tetap aman
dan nyaman. Apalagi jaket rompi pelampungnya sudah memenuhi standart team SAR. Jaket
ini dapat menahan beban 100 kg sehingga pemakai tetap bisa mengambang di atas air.
Jaket pelampung tersedia berbagai macam ukuran. Di sana juga dipandu oleh pemandu
lokal yang profesional. Dengan begitu menyusuri gua atau lebih
dikenal dengan cave tubing ini dapat
diikuti oleh wisatawan semua usia tanpa rasa takut dan kuatir.
Gua Pindul merupakan gua kapur yang panjangnya
350 meter dan lebarnya 5 meter. Di dalam gua mengalir sungai bawah tanah dari
mulut gua sampai akhir gua. Yang mana, aliran sungainya berasal dari mata air Gedong
Tujuh. Jarak atap gua dengan permukaan air sekitar 4 meter dan kedalamannya
bisa sampai 12 meter. Di dalamnya terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung
saja, sehingga harus bergantian.
Apabila Anda ingin ke sana, lokasinya tidak
begitu jauh. Kalau menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi, Anda dari Jogja
melewati Jalan Wonosari. Sampai di jalur lingkar berbelok ke kiri dan mengikuti jalan
raya menuju Desa Karangmojo. Sampai di perempatan Argopolitan belok kiri lagi
mengikuti jalan desa. Dan sampailah Anda di Dusun Bejiharjo.
Baca : Sewa Mobil Jogja
Goa pindul memiliki 3 zona yaitu zonna
terang, zona remang dan zona gelap. Untuk menyusurinya, Anda membutuhkan waktu
sekitar 45 menit.
Di bagian zona terang, sinar matahari dengan bebas bisa masuk
sehingga Anda bisa melihat pemandangan dalam gua dengan jelas. Anda bisa
berenang, bermain sesuka hati sambil menyaksikan kumpulan ikan-ikan yang cantik.
Anda tak perlu kuatir karena walau ikan cukup besar, tapi tergolong ikan yang
aman.
Di zona kedua, yaitu zona remang,
Anda bisa melihat dengan takjub suasana di dalam gua. Dengan sedikit cahaya
yang masuk dan dipantulkan oleh air ke dinding gua, sehingga membuat cahaya
remang semakin indah. Di zona ini
terdapat batu yang disebut batu stalagmit Perkasa dan batu stalagmit Mutiara. Yang
keduanya memiliki mitos unik. Yaitu bisa membuat awet muda dan perkasa
bagi orang yang menyentuhnya. Anda juga akan melihat ornamen batu stalagtit
yang masih aktif maupun yang tidak aktif menghiasi gua .
Tepat di tengah-tengah penyusuran terdapat
sebuah batu Stalagtit terbesar di gua pindul,
bahkan mempunyai peringkat terbesar ke 4 di dunia, yang disebut Soko Guru(dalam
Bahasa Jawa kuno berarti tiang penyangga bukit). Tinggi batu ini mencapai 7 meter
dan lebarnya lima rentangan tangan orang dewasa. Sehingga menjadikan goa sempit
dan saat melewati daerah ini Anda harus antri karena hanya bisa dilewati satu
ban pelampung.
Setelah melewati zona yang sempit, maka
Anda memasuki zona terpanjang, yaitu zona kelelawar. Di sini banyak ditinggali
kelelawar kecil jenis kampret yang makanannya serangga atau nyamuk. Kelelawar ini
jinak sehingga Anda tak perlu takut.
Di Gua Pindul juga terdapat sebuah dam
besar yang pada atas gua terdapat lubang sehingga sinar matahari bisa masuk. Pantulan-pantulann
sinarnya menjadikan pemandangan indah. Di sinilah puncaknya keindahan di Gua Pindul.
Apabila anda telah melewati dam ini, menandakan perjalanan penelusuran gua akan
segera selesai.
Ingin menyusuri Gua Pindul sekarang? klik di sini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar