Nanggroe Aceh Darussalam termasuk provinsi yang istimewa, terletak di
paling barat Indonesia. Banyak suku yang berada di NAD, diantaranya adalah Suku Aceh, Suku Gayo, Suku Alas, Suku Aneuk Jamee, Suku
Melayu Tamiang, Suku Kluet, Suku
Devayan, Suku Sigulai, Suku Haloban dan Suku Julu.
Kerajaan Aceh merupakan kerajaan Islam yang dikenal dunia sebagai sebuah negeri yang
makmur. Berbagai peninggalan sejarah Aceh tentang pengembangan Islam dapat ditemui di berbagai tempat.
Pada abad ke 16 Aceh
merupakan kawasan perdagangan paling ramai di wilayah Selat Malaka. Satu- satunya saingan Aceh dalam hal perdagangan
adalah Malaka yang berada di semenjung Maleysia. Salah satu kota yang berada di Aceh
adalah Kota Sabang.
Berikut tempat wisata yang berada di Kota Sabang
Kota Sabang memiliki beberapa tempat wisata khususnya wisata pantai. Tidak jauh dari
pusat kota terdapat Pantai Paradiso dengan pasir putihnya dan suasana pantai yang teduh karena banyak tumbuhan pohon
kelapa yang menaungi kawasan pantai. Pantai lain yang berdekat dengan
pantai Paradiso adalah Pantai Kasih dan Pantai Sumur Tiga. Kawasan wisata pantai ini cukup populer karena hanya berjarak 30 km dari kota.
Baca juga: Paket Wisata Jogja di www.duniarentaljogja.com
Baca juga: Paket Wisata Jogja di www.duniarentaljogja.com
Wisata Aceh Tugu kilometer 0 : Juga berada di Kota Sabang
sebagi titik awal luasnya wilayah Inndonesia dari Sabang sampai Merauke, Pada
jarak sekitar 2 km dari Kota Sabang,
ada danau Aneuk Laot ( anak laut ) yang menjadi sumber
kebutuhan air tawar di kota ini. Di dekat danau terdapat sebuah bukit yang
dari atas terlihat pemandangan ke arah pelabuhan dan Teluk Sabang. Sekitar 17
km dari Sabang terdapat gunung berapi yang kadang kadang mengeluarkan asap
dari bawah puncaknya.
Dahulu Sabang adalah adalah tempat persinggahan kapal kapal besar dan merupakan depot batubara maupun sumber air bagi kapal uap yang melintasi kawasan ini, Namun setelah muncul mesin diesel usai perang Dunia ke -2 maka peranan batu bara sebagai sumber energi bagi kapal laut mulai di tinggalkan dan Sabang menjadi kota kota yang sepi. Pada tahun 1970 an pemerintah menetapakan Sabang sebagai salah satu pelabuhan bebas bea (free trade zone ) di Indonesia. Dan hal ini sempat membuka kegiatan Sabang marak kembali. Namun pada tahun 1986 status sebagai pelabuhan bebas bea di hapuskan dan kota ini menjadi kota nelayan, satu-satunya roda ekonomi di kota ini adalah penangkapan ikan dan kerajinan rotan.
Baca juga: Sewa mobil Jogja murah pelayanan prima di sini.
Pulau Weh adalah pulau kecil yang cantik di lepas pantai utara Banda Aceh, Dan memiliki lokasi pantai yang indah dihiasi nyiur melambai. Pulau ini memiliki lokasi penyelaman dan snorkeling yang menarik, juga memiliki kawasan hutan lindung yang terletak di tengah pulau. Jalan yang melinggar pulau telah di bangun dengan bagus. Sehinga memungkinkan wisatawan menikmati keindahan dan keunikan tempat wisata.Pantai yang terkenal di Pulau Weh adalah Pantai Iboih yang berjarak sekitar 20 km barat laut Kota Sabang. Pantai ini memiliki suasana yang dinamis dan ceria karena di kunjungi
wisatawan yang banyak.
Tidak jauh dari Iboih ada Pantai Gapang yang merupakan
pantai yang menyenangkan untuk olah raga air seperti menyelam dan snorkeling.Di
kedua pantai itu banyak agen yang menyediakan peralatan untuk menyelam dan
snorkeling.
Sekitar 100 m dari Pantai Iboih terdapat Pulau Rubiah yang merupakan pulai kecil yang di tumbuhi hutan lebat dengan pantainya yang memiliki taman laut yang sangat indah yang terkenal dengan sebutan kebun laut. Kawasan taman laut di Pulau Rubiah merupakan kawasan penyelam yang sangat disukai oleh turis asing. Terdapat kawasan juga cagar alam hutan Iboih yang memiliki sejumlah gua pantai yang dapat di telusuri dengan menumpang perahu. Tidak jauh dari Iboih ada Pantai Gapang yang merupakan pantai yang menyenangkan untuk olah raga air seperti menyelam dan snorkeling.Di kedua pantai itu banyak agen yang menyediakan peralatan untuk menyelam dan snorkeling.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar