Sabtu, 16 Desember 2017

CANDI CETO


Candi Ceto termasuk salah satu candi yang bercorak agama Hindu. Dibangun pada masa kerajaan Majapahit yaitu sekitar abad ke-15 Masehi. Terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatann Jenawi Kabupaten Karangayar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk dan peziarah yang beragama Hindu Sebagai tempat pemujaan.
Candi yang berlokasi di lerang Gunung Lawu dengan ketinggian 1496 dpl ini mempunyai suasana lembab khas pegunungan dan keindahan alam khas hutan hujan tropis. Candi Ceto juga memiliki keunikan, sehingga Candi Ceto merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak digemari.
Pertama kali Candi Ceto ditemukan pada tahun 1842 oleh Van de Vlies, seorang arkeolog Belanda. Waktu itu keadaan candi sangat memprihatinkan. Hanya terdapat 14 teras dan kondisi bebatuann ditutupi lumut. Pada tahun 1970, Canndi Cetho dipugar oleh Humardani, seorang asisten pribadi Presiden Soeharto.
Untuk sampai ke Candi Ceto, pengunjung memerlukan perjuangan. Lokasi yang berada di atas lereng bukit Lawu sehingga jalan selalu menanjak. Sepanjang perjalanan menaiki bukit, pengunjung disuguhi pemandangan hijaunya perkebunan teh.

Sampai di Candi Ceto, pengunjung akan menemukan sisi romantisme, eksotisme dan sisi mistis. Karena candi ini masih digunakan sebagai tempat ibadah penganut agama Hindu, para pengunjung yang akan memasuki candi diwajibkan memakai kain poleng yang telah disediakan oleh pihak pengelola.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar