Candi Ceto termasuk salah satu candi yang bercorak agama
Hindu. Dibangun pada masa kerajaan Majapahit yaitu sekitar abad ke-15 Masehi. Terletak
di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatann Jenawi Kabupaten Karangayar. Kompleks candi
digunakan oleh penduduk dan peziarah yang beragama Hindu Sebagai tempat pemujaan.
Candi yang berlokasi di lerang Gunung Lawu dengan
ketinggian 1496 dpl ini mempunyai suasana lembab khas pegunungan dan keindahan
alam khas hutan hujan tropis. Candi Ceto juga memiliki keunikan, sehingga Candi
Ceto merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak digemari.
Baca: Paket Wisata Jogja
Pertama kali Candi Ceto ditemukan pada tahun 1842 oleh
Van de Vlies, seorang arkeolog Belanda. Waktu itu keadaan candi sangat
memprihatinkan. Hanya terdapat 14 teras dan kondisi bebatuann ditutupi lumut. Pada
tahun 1970, Canndi Cetho dipugar oleh Humardani, seorang asisten pribadi Presiden
Soeharto.
Untuk sampai ke Candi Ceto, pengunjung memerlukan perjuangan.
Lokasi yang berada di atas lereng bukit Lawu sehingga jalan selalu menanjak. Sepanjang
perjalanan menaiki bukit, pengunjung disuguhi pemandangan hijaunya perkebunan
teh.
Sampai di Candi Ceto, pengunjung akan menemukan sisi
romantisme, eksotisme dan sisi mistis. Karena candi ini masih digunakan sebagai
tempat ibadah penganut agama Hindu, para pengunjung yang akan memasuki candi
diwajibkan memakai kain poleng yang telah disediakan oleh pihak pengelola.
Baca: Sewa Mobil Jogja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar