Jumat, 11 Mei 2018

Destinasi wisata alam di tengah kepadatan Kota Bekasi



Kota Bekasi identik dengan wilayah kota yang jarang terdapat wisata alamnya. Namun, ada satu tempat wisata yang dapat menjadi alternatif saat berkunjung ke Kota Bekasi. Yang bernama Curug Parigi terletak di antara wilayah Kabupaten Bogor (Kecamatan Gunung Putri) dan Kota Bekasi (Kecamatan Bantar Gebang).
Curug/ air terjun ini bentuknya dari patahan sungai. Sehingga keindahan curug ditentukan debit air yang mengalir, ketika musim kemarau debit air tidak begitu banyak. Sedangkan musim hujan seluruh sisi curug akan dialiri air bahkan hingga rata permukaan. Kondisi Curug Parigi memiliki kontur tanah sedikit menanjak dan berbatu.
Bentuk air terjun cukup unik cenderung memanjang sampai dimiripkan dengan air terjun Niagara di Amerika Serikat hanya bentuknya yang lebih kecil. Dengan ketinggian sekitar 2m dan lebarnya lebih dari 20 m. Ada hal yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke wisata ini, yaitu pengunjung dilarang  berenang di curug bagian kanan, karena airnya cukup dalam. Pengunjung hanya boleh berada di curug paling kiri dan dan curug tengah.
Namun demikian, tempat wisata air terjun ini diharapkan segera ditetapkan menjadi salah satu tujuan wisata yang berikut dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.



Wisata baru yang hits di hutan pinus Bantul
Tempat wisata baru sering bermunculan akhir-akhir ini yang kemudian menjadi hits. Wisata di daerah Bantul misalnya. Di kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Dlingo, yang terdapat banyak wisata hutan pinusnya. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Rumah Hobbit. Sebenarnya nama dari tempat ini adalah Wisata Seribu Batu Songgo Langit tapi di sosial media lebih dikenal dengan sebutan Rumah Hobbit karena terdapat beberapa rumah yang menyerupai rumah hobbit.
Wisata unik ini baru pertama kali dibuat di Bantul. Yang dibuat ditempat di antara pepohonan pinus dan karet dengan nuansa hutan teduh nan alami. Alamat tempat yang kini jadi favorit kawula muda ini berada di Jln.Hutan Pinus, Nganjir, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.
Dari Kota Yogyakarta membutuhkan waktu tempuh sekitar 35-45 menit perjalanan. Dalam perjalanan wisatawan akan melewati jalanan yang menanjak namun mengasyikkan dengan sejuknya pemandangan sekitar dan rimbunnya pepohonan.
Suasana di hutan pinus ini benar menyegarkan, ditambah dengan suasana menyejukkan. Wisatawan dapat berfoto dengan angle yang diinginkan. Bahkan, tak jarang tempat ini juga dijadikan sebagai tempat foto prewedding.



Menikmati pesona candi di dekat perkebunan Teh Kemuning



Berada di tempat wisata yang alami mampu menyegarkan fikiran dan memberikan asupan serta nutrisi yang baik sebagian orang. Jika berada di daerah Karanganyar, Jawa Tengah cobalah mampir ke bangunan sejarah yang berada di kawasan yang maasih alami. Berlibur sambil meng-eksplore Candi Ceto dapat menjadi pilihan.
Candi Cetho merupakan candi yang bercorak agama Hindu. Menurut perkiraan kompleks Candi Ceto di bangun pada masa akhir era Majapahit. Tempat ini biasa digunakan sebagai tempat pemujaan oleh penduduk setempat dan peziarah yang beragama Hindu. Seperti tempat beribadah Hindu lainnya, ketika akan masuk kompleks candi, pengunjung diwajibkan memakai poleng. Poleng ini berupa kain mirip sarung yang dikenakan di pinggang.
Kompleks Candi Ceto berada di lereng Gunung Lawu sebelah barat pada ketinggian 1496 mdpl. Berjarak sekitar 4 km dari candi Sukuh yang sama-sama peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar ini lokasinya berada di atas kawasan Perkebunan Teh Kemuning yang hijau dan luas. Sehingga pengunjung dapat menyaksikan pemandangan perkebunan teh dengan leluasa sembari menikmati indahnya alam yang tercipta.
Dahulu ada 2 jalur pendakian resmi gunung Lawu yaitu melalui Cemara Kandang dan Cemara Sewu. Sekarang jalur melalui Candi Cetho mulai banyak dikenal pendaki. Sehingga kompleks Candi Ceto menjadi semakin ramai pengunjung. Dikarenakan kompleks Candi Ceto berada di lereng gunung maka akses menuju tempat sangat menanjak, sehingga ada baiknya jika pengunjung menyiapkan kendaraan yang prima.


Kamis, 10 Mei 2018

Suasana sejuk Kebun Teh Tambi, Wonosobo





Punya rencana jalan ke Dieng? Jangan lupa mampir di Kebun Teh Tambi. Kebun teh ini menawarkan kesegaran udara Wonosobo. Tempat ini merupakan obyek wisata lengkap dengan pemandangan alam perkebunan dan outbound yang berada di kaki Gunung Sindoro. Kebun teh ini peninggalan dari zaman Belanda yang berada di jalur utama menuju Dataran Tinggi Dieng sehingga mempermudah untuk ditemukan.
Kebun Teh Tambi lebih menonjolkan wisata agro sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan yang telah dibangun sejak tahun 1865. Pengunjung dapat mencicipi teh hasil olahan Kebun Teh Tambi. Bisa mendapatkan produk kemasan teh hitam dan teh Hijau dengan lambang Punokawan sebagai ciri khasnya.
Teh hitam Tambi dihasilkan dari pucuk teh pilihan dan dipetik dari kebun teh yang berada pada ketinggian 1400 hingga 2100 mdpl ini. Dilengkapi dengan penginapan yang nyaman dan komplit. Pengunjung tidak akan bosan, karena  selain wisata perkebunan dapat melakukan kegiatan trackking.
Kondisi udara yang sejuk cocok sebagai wisata edukasi bagi keluarga. Pengunjung dapat melihat langsung aktifitas pemetik daun teh. Terletak kurang lebih 16 km arah utara Kota Wonosobo mendekati puncak Gunung Sindoro. Tepatnya Sedayu, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.



Menyusuri keindahan stalaktit Goa Petruk





Liburan adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menetralkan kepenatan dari segala rutinitas harian. Berlibur di tempat wisata alam yang menyejukkan mampu mengubah kepenatan menjadi segar. Di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah selain memiliki wisata pantainya, terdapat juga tempat wisata alam lainnya seperti terdapat Goa Petruk.
Tempat ini dinamakan Goa Petruk karena di dalam goa terdapat stalaktit yang bentuknya mirip dengan hidung salah satu tokoh, pewayangan yang bernama Petruk. Petruk memiliki ciri  bertubuh tinggi dan berhidung panjang. Bagi pengunjung ketika akan menyusuri goa disarankan menggunakan jasa pemandu agar tidak tersesat di dalamnya.
Letak goa ini tepatnya di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Untuk menemukan goa ini, pengunjung naik anak tangga terlebih dahulu sekitar 250 m sebelum mulai menjelajah goa. Dari luar suasana goa terlihat seperti mencekam, dan pintu goa yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Begitu memasuki goa, pengunjung akan disambut dengan batu tirai pintu, suasana mencekam pun berangsur menghilang dan berubah menjadi takjub.
Goa Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama atau lantai dasar dengan panjang hanya 100 m dan di lantai ini terdapat kelelawar yang berterbangan kesana kemari. Untuk goa kedua dalam lokasi tersebut diberi nama Goa Semar, yang tidak memiliki ujung lorong. Yang terakhir adalah bagian yang paling atas yang wajib dikunjungi.
Pengunjung menjelajah semakin ke dalam, maka semakin seru menikmati kegiatan jelajah goa ini. Di dalam goa terdapat susunan stalaktit dan stalagmit yang indah dan menakjubkan. Pengunjung harus melewati sungai kecil dengan air setinggi mata kaki hingga hampir setinggi lutut orang dewasa membuat semakin menyenangkan. Penerangan di dalam goa yang masih minim yang hanya mengandalkan dari lampu petromak, menjadikan suasana temaram. Pengunjung juga akan menjumpai Batu Prangko, yang dulunya memang pernah dijadikan foto dalam prangko nasional.
Di tempat ini, awalnya terdapat batu yang dipahat secara alami sehingga terbentuk seperti hidung Petruk. Namun, waktu Belanda melakukan penambangan di tempat ini, fosfat hidung Petruk putus dan sekarang sudah tidak kelihatan lagi. Meskipun demikian, nama goa ini tetaplah Goa Petruk.


Wisata danau dengan keindahan daratan kecil di Kabupaten Karawang




Pernah datang ke Kota Karawang? Karawang memang terkenal sebagai kawasan industri yang berkembang pesat di wilayah Jawa Barat. Banyak tempat menarik untuk dijadikanreferensi tempat rekreasi atau berlibur keluarga. Namun, jangan mengira disini tidak ada wisata danau nya. Faktanya, di Karawang terdapat sebuah danau yang diberi nama Danau Cipule.
Letak danau ini tepatnya di Desa Walahar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Danau ini awalnya merupakan bekas lahan tambang pasir yang berada di tepi Sungai Citarum. Karena proses tambang yang terus berlanjut, maka membentuk cekungan sekitar 90 ha dengan kedalaman 2 m.
Ketika berkunjung, pengunjung akan disambut suasana danau dengan background pegunungan indah. Udara pun terasa sejuk dan segar yang menciptakan kesan tenang dan nyaman. Untuk menjelajah danau, pengunjung dapat menaiki perahu rakit atau perahu bebek. Keindahan lainnya dengan terdapatnya sebuah pulau ditengahnya sekitar seluas 2 km. Keberadaan pulau yang dapat dijangkau tersebut mampu menjadi daya tarik tersendiri. Namun, ketika debit air tinggi pulau tersebut tergenang air.
Setelah berlibur, pengunjung dapat mampir warung-warung disekitar yang menjual berbagai jenis kuliner khas Karawang. Seperti menu udang tawar dan ikan goreng dengan sambal lalapannya dinikmati sembari menikmati danau nan sejuk dengan pohon yang memagari di sekelilingnya danau. Fasilitas tempat ini juga cukup memadai dengan adanya area parkir, mushola, dan kamar mandi.

Selasa, 08 Mei 2018

Pesona keindahan air terjun dengan 7 tingkatan




Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wisata-wisata alam yang sebagian belum populer di kalangan umum. Keindahan alamnya masih asri, seperti halnya dengan wisata air terjun yang bernama Curug Nangga. Curug Nangga terletak di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen (Ajibarang), Kabupaten Banyumas.
Wisata ini berada di ketinggian 1200 mpdl dengan letak geografis berada di perbukitan. Lokasi Curug Nangga berada di seberang bukit, jadi pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 800 meter dari lokasi parkir melewati hutan dan persawahan. Jalanan yang dilewati pun menurun dengan keindahan kanan kiri berupa sawah teras sering dan hijaunya hutan. Selain dalam perjalanan disuguhi pesona alam, warga sekitar juga tampak ramah dan ada beberapa warung kecil di sekitar sekitar jalan menuju Curug Nangga.


Pengunjung dapat mengexplore tiap-tiap tingkat curug hingga curug yang paling atas. Tiap tingkatan memiliki lebar yang berbeda. Di curug tingkat ke 5 dari atas, terdapat kolam besar. Pengunjung dapat bermain air sepuasnya, di tingkatan yang dikehendaki. Namun, perlu diperhatikan, pengunjung juga tetap harus menjaga keselamatannya batu-batunya terkadang licin. Tempat ini juga cocok bagi untuk berpose di bawah curug air.
Bagaimana? Penasaran?

Berlibur di Pantai Nampu dengan bukit karts disekitarnya




Liburan sebentar lagi? Sudah punya gambaran tempat yang ingin dijadikan tujuan wisata? Pantai adalah salah satu yang dapat anda jadikan referensi untuk menghabiskan waktu liburan. Misalnya berlibur ke Pantai Nampu, banyak hal yang akan anda dapatkan dengan suasana pantai yang masih alami.
Pantai yang ini terletak Desa Dringo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Jangan salah sangka, meski berada di Kabupeten Wonogiri jalanan menuju pantai sudah beraspal dan fasilitas disekitar juga memadai. Pantai Nampu memiliki pasir putih bersih, dan air laut yang jernih.
Ombak besar khas pantai selatan dan terdapat bebatuan karang menjadi pemandangan indah. Beruntung ketika pengunjung datang di saat air laut sedang  surut maka karang-karang akan tampak lebih indah.Pantai ini dikelilingi oleh perbukitan karst yang menjadi ciri tersendiri. Sehingga bagi pengunjunga yang ingin berpindah ke bagian pantai lainnya harus trackking melalui jalan setapak terlebih dahulu. Bukankah hal yang seru?


Pengunjung yang datang diwaktu pagi maupun menjelang petang, di saat yang cerah dapat menikmati keindahan pantai di momen sunset maupun sunrise.

Sabtu, 05 Mei 2018

MENGUNJUNGI WAHANA AIR TERBESAR DI JAWA TENGAH





Mendengar nama Kota Jepara identik dengan kota kelahiran R.A.Kartini. Dahulu,  Jepara lebih dikenal dengan wisata alamnya, seperti : Pantai Kartini, Taman Nasional Karimunjawa hingga Gunung Muria. Namun, dewasa ini terdapat wahana permainan ataupun themepark yang sedang hits yaitu Jepara Ourland Park (JOP). Taman ini merupakan taman wisata terpadu satu-satunya di Provinsi Jawa Tengah yang megah.
Jepara Ourland Park menjadi salah satu obyek wisata yang paling diminati di Kota Jepara, dikarenakan disana tersedia berbagai wahana permainan dan fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan sepuasnya. Selain itu, cocok untuk berlibur sebagai pelepas penat setelah menjalani berbagai aktifitas.
Jepara Ourland Park memiliki akses yang mudah, berada di pinggir Pantai Mororejo RT 04/RW 02, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Adapun waktu tempuh menuju Jepara Ourland Park ini sekitar 15 menit dari pusat Kota Jepara.
Jepara Ourland Park yang dulunya bernama Jepara Ocean Park dibangun dengan mengusung tema Eropa dan Timur Tengah dengan ciri khas tower seluncuran unik yang berbeda dengan tower seluncuran lain pada umumnya. JOP dibangun diatas lahan 11 ha, sehingga dengan area yang lumayan luas tempat ini dapat menampung 2.000 wisatawan. Sebagai tempat wisata modern yang baru diresmikan tanggal 10 April 2016 oleh Gubernur Jawa Tengah, tempat ini menyediakan wahana yang menarik dan menantang. Wisatawan yang berkunjung akan merasakan sensasi yang luar biasa, “sport, education, entertainment, relaxation, game” semua terdapat di Jepara Ourland Park ini.
Wahana yang menjadi ciri khas di Jepara Ourland Park ini adalah wahana water park dengan 36 luncuran dan menara sentral dengan tinggi 26 meter. Tempat ini juga memiliki kolam renang untuk semua umur, dari balita hingga dewasa yang siap memanjakan pengunjung. Wahana watersport yang ditawarkan diantaranya jetsky, banana boat, house wave, flying kite, snorkeling dan water jetpack. Wahana yang menguji adrenalin dan bisa dicoba kora-kora, bianglala, arena ketangkasan dan lainnya.
Ketika wisatawan menginginkan wahana outbound, di JOP ini disediakan flying fox, paint ball, jembatan goyang, tebing panjang, game labirin. Selain wahana permainan terdapat banyak fasilitas yang bisa ditawarkan seperti Ship Café, Function Hall, Sky Lounge, Dapur Laut Resto, Souvenir Outlet, Gazebo Rental, Panggung Hiburan, Vehicle Rental, Mini Shop yang menjadikan wisatawan lebih nyaman dan betah di JOP. Khawatir capek berkeliling? Tenang, JOP menyediakan kendaraan untuk menjelajahinya. Wisatawan bisa memilih diantara air wheel, hoverboard, e-bike, golf car ataupun kereta mini mall. Seru bukan? Agendakan yuk untuk menjelajahinya.

Jumat, 04 Mei 2018

Mengagumi Goa Terawang, goa yang terang tanpa penerangan




Kabupaten Blora merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Keadaan geografis Kabupaten Blora termasuk dalam dataran rendah serta perbukitan di ketinggian 20-280 mdpl. Dengan letak geografis yang demikian, terdapat banyak tempat wisata alam yang asri nan menyejukkan.
Bagi masyarakat Blora, Kudus, Demak, Pati, Ngawi, Semarang dan sekitarnya mungkin bukan hal baru lagi ketika mendengar nama “Goa Terawang”.  Goa Terawang  berada di kawasan Hutan KPH Blora. Tepatnya terletak di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Tempat wisata ini menyatu dengan alam dan memiliki keindahan eksotik di mata wisatawan.


Goa ini terbentuk dari endapan batu gamping yang diperkirakan lebih dari 10 juta tahun silam. Dengan mempunyai panjang sekitar 180 m dan kedalaman 5-11 m di bawah permukaan tanah. Pengunjung dapat masuk ke dalam goa tanpa penerangan karena di tengah goa terdapat lobang yang cukup lebar. Sehingga dapat melihat dan “menerawang” pohon-pohon jati yang tampak lebih tinggi dari dalam goa melalui lubang-lubang terawang yang ada. Pantulan matahari yang masuk sudah cukup menjadi penerang untuk melihat keindahan stalaktit dan stalagmit yang ada.

Pemandangan yang unik bukan? Karena suasana goa di siang hari yang identik dengan kegelapan, tidak berlaku disini. Dalam kawasan di lahan sekitar 13 ha ini, juga terdapat beberapa goa seperti Goa Suru, Goa Kidang dan Goa Manuk yang tak kalah indahnya. Selain itu terdapat 5 goa kecil dan 1 sendang yang dapat melengkapi keindahan pemandangan alam disini. 

Embung Banjaroya, indah dengan patung durian



Berlibur di Kota Jogja kurang lengkap rasanya jika tidak menjelajah di Kabupaten Kulon Progo. Di kabupaten ini banyak terdapat destinasi wisata yang dapat anda jadikan referensi tempat wisata. Salah satunya kawasan wisata yang berada di perbukitan Menoreh. Di perbukitan ini terdapat waduk mini Kalibawang atau biasa disebut Embung Banjaroya yang merupakan wisata alam berbentuk waduk berukuran mini.
Letak tempat wisata ini tepatnya berada di Jln.Kalibawang – Sendang Sono, Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Tempat ini cocok sebagai tempat wisata keluarga maupun sekedar berlibur menikmati keindahan alam. Pengunjung Embung Banjaroya dapat merasakan sensasi keindahan alam dari ketinggian, ketika cuaca cerah dapat melihat anggunnya Gunung Merapi dan Merbabu.

baca juga : disini

Satu lagi keindahan yang ditawarkan tempat ini, dengan terdapatnya patung durian berukuran besar yang diletakkan di pintu masuk waduk. Patung tersebut merupakan simbol bahwa daerah Kalibawang adalah sentra durian Menoreh terbaik. Bahkan, jika musim durian sering diadakan festival durian disini. Kabar gembira nih buat pecinta durian..
Pesonanya menarik untuk dikunjungi bukan?



Berlibur ke tempat sejarahnya Medan



Kota Medan memiliki beberapa tempat sejarah yang dapat dijadikan tempat berlibur. Salah satu peninggalan kolonial Belanda bernama Gedung London Sumatera terletak di kawasan Jln.Kesawan, Medan. Gedung ini biasa disebut Gedung Lonsum yang selesai dibangun di tahun 1906. Gedung ini dibangun oleh David Harrison pemilik perkebunan karet Harrison & Crossfield Company yang berpusat di Kota London.   
Jangan salah, walaupun bangunan ini dibangun di tahun 1906 namun fasilitas nya mengagumkan. Di gedung menggunakan teknologi lift yang menjangkau lima lantai. Pada masa itu, gedung ini berfungsi sebagai kantor perdagangan dan perkebunan. Yang saat ini digunakan sebagai gedung perkantoran Lonsum yang telah berdanti nama menjadi PT PP London Sumatera.


Dengan letak bangunan yang strategis dan berada di pusat kota menjadikan tempat ini banyak didatangi para pengunjung yang penasaran dengan keberadaaannya. Bangunan ini bergaya arsitektur London dipengaruhi gaya Eropa yang tampak dari bentuk jendela panjang dan lebar plus tiang-tiang tangga besar di depan pintu masuk.

Rabu, 02 Mei 2018

Menghabiskan waktu berlibur dengan camping di Bukit Pare




Berlibur sebentar lagi.. Sudah menentukan tempat untuk berlibur? Jika menginginkan berlibur di tempat yang bernuansa alam dengan udara yang menyejukkan, anda apat berlibur ke Bukit Pare. Bukit Pare ini terletak di kawasan Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Untuk menjangkau tempat ini, dibutuhkan jarak perjalanan sekitar 15 km dari kantor Kecamatan Ngrayun atau dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit.
Untuk sampai ke puncak bukit, pengunjung memerlukan waktu sekitar 3-4 jam. Setelah kendaraan terparkir, pengunjung melakukan perjalanan menelusuri jalan setapak. Yang dapat ditempuh sekitar 45 sampai 50 menit untuk sampai ke puncak bukit. Perlu diingat, sebelum berkunjung siapkan stamina yang oke. Dikarenakan pengunjung kudu melewati track yang tak mudah dan membuat berkeringat untuk bisa mendaki Bukit Pare.

simak : wisata-wisata kekinian disini
Pengorbanan pengunjung yang dilalui selama perjalanan akan terbayar ketika melihat panorama yang disajikan. Pengunjung akan menyaksikan keindahan alam yang masih natural. Pesona sebuah tanah lapang yang hijau, yang mana dikelilingi tanaman pohon pinus yang begitu rindang.
Ada baiknya, pengunjung datang untuk menikmati keindahan alam ini setelah musim hujan. Ketika musim kemarau lokasi wisata ini terkadang kering sehingga tidak ditemukan keindahan hijaunya alam. Hamparan perbukitan hijau dan cuaca yang sejuk, cocok buat referensi tempat camping. Bahkan ketika malam hari dan cuaca cerah, pengunjung dapat menyaksikan kerlap-kerllip gugusan bintang di langit biru.
Mengasyikkan bukan?

Candi Arjuna, suasana Dieng dengan latar bangunan kuno nan antik



Pernah mengunjungi Dataran Tinggi Dieng? Pernah mampir ke salah satu sudut dari kawasan tersebut? Mampir Candi Arjuna misalnya..
Candi Arjuna adalah sebuah bangunan candi Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Meski secara administratif masih masuk kawasan Wonosobo, namun candi ini tetap terletak di ketinggian 2.093 mdpl. Seperti candi di Dieng pada umumnya, masyarakat memberikan nama tokoh pewayangan Mahabarata sebagai nama candi. Candi Arjuna menyajikan pesona landscape dataran tinggi Dieng yang berpadu dengan mahakarya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno menyatu dalam hawa dingin dataran tinggi Dieng.
Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Diantara candi-candi yang ada Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Latak kedua bangunan candi ini saling berhadapan. Untuk Candi Arjuna berukuran 6x6 m menghadap ke arah barat. Dan di bagian pintu maasuk beserta relung-relungnya dihiasi kala makara. Bagian atap candi berjenjang dengan menara-menara kecil di setiap sudut yang memberikan kesan seni yang melekat.
Disekeliling candi terdapat jalur bebatuan kerikil yang difungsikan sebagai jalur bagi umat Hindu yang sedang bersembahyang untuk berkeliling mengitari candi. Kompleks Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa, yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9 Masehi. Perkiraan tersebut diperkuat dengan bukti penemuan sebuah prasasti dengan aksara Jawa Kuno. Yang kemudian prasasti tersebut merupakan prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional, Jakarta.


Pengunjung dapat mengunjungi Museum Kailasa. Di museum ini pengunjung dapat menyaksikan aneka prasasti dan arca, replika candi, peralatan dapur dan perkebunan warga Dieng. Selain itu dapat menggali sejarah Kompleks Candi Arjuna secara menyeluruh. Selain berwisata, akan dapat pengetahuan tentang sejarah dari tempat wisata ini.

Selasa, 01 Mei 2018

Habiskan weekend seru di Bedadung, Jember



Kota Jember merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur yang terletak di bagian timur. Kota ini dikenal sebagai kota penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Selain itu, Jember juga dikenal dengan sebutan daerah seribu bukit karena memiliki bukit dengan jumlah seribu lebih yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Namun seiring berjalannya waktu bukit-bukit tersebut, kini terancam musnah karena penambangan pasir di bukit secara berlebihan.

Dalam keramaian Kota Jember, terdapat obyek-obyek wisata yang dapat anda kunjungi. Di pusat Kota Jember kira-kira 3 km ke arah barat terdapat tempat wisata Bedadung. Dengan berada di kawasan kota menjadikan obyek wisata ini cukup mudah diakses oleh pengunjung. Pengunjung dapat berwisata keluarga di Bedadung ini, dengan pemandangan yang terkesan asri di sisi Sungai Bedadung.


Adapun kegiatan yang ditawarkan obyek wisata ini diantaranya pengunjung dapat berenang di pemandian anak dan dewasa. Atau sekedar bersantai di gazebo dan taman sambil menikmati pemandangan. Satu lagi yang sayang untuk dilewatkan yaitu pengunjung dapat mendayung perahu bersama-sama dan bersepeda bukit di tempat wisata ini.

Bagaimana? Seru bukan? Dapat dijadikan referensi untuk weekend kali ini..