Kamis, 10 Mei 2018

Menyusuri keindahan stalaktit Goa Petruk





Liburan adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menetralkan kepenatan dari segala rutinitas harian. Berlibur di tempat wisata alam yang menyejukkan mampu mengubah kepenatan menjadi segar. Di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah selain memiliki wisata pantainya, terdapat juga tempat wisata alam lainnya seperti terdapat Goa Petruk.
Tempat ini dinamakan Goa Petruk karena di dalam goa terdapat stalaktit yang bentuknya mirip dengan hidung salah satu tokoh, pewayangan yang bernama Petruk. Petruk memiliki ciri  bertubuh tinggi dan berhidung panjang. Bagi pengunjung ketika akan menyusuri goa disarankan menggunakan jasa pemandu agar tidak tersesat di dalamnya.
Letak goa ini tepatnya di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Untuk menemukan goa ini, pengunjung naik anak tangga terlebih dahulu sekitar 250 m sebelum mulai menjelajah goa. Dari luar suasana goa terlihat seperti mencekam, dan pintu goa yang dikelilingi pohon-pohon rindang. Begitu memasuki goa, pengunjung akan disambut dengan batu tirai pintu, suasana mencekam pun berangsur menghilang dan berubah menjadi takjub.
Goa Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama atau lantai dasar dengan panjang hanya 100 m dan di lantai ini terdapat kelelawar yang berterbangan kesana kemari. Untuk goa kedua dalam lokasi tersebut diberi nama Goa Semar, yang tidak memiliki ujung lorong. Yang terakhir adalah bagian yang paling atas yang wajib dikunjungi.
Pengunjung menjelajah semakin ke dalam, maka semakin seru menikmati kegiatan jelajah goa ini. Di dalam goa terdapat susunan stalaktit dan stalagmit yang indah dan menakjubkan. Pengunjung harus melewati sungai kecil dengan air setinggi mata kaki hingga hampir setinggi lutut orang dewasa membuat semakin menyenangkan. Penerangan di dalam goa yang masih minim yang hanya mengandalkan dari lampu petromak, menjadikan suasana temaram. Pengunjung juga akan menjumpai Batu Prangko, yang dulunya memang pernah dijadikan foto dalam prangko nasional.
Di tempat ini, awalnya terdapat batu yang dipahat secara alami sehingga terbentuk seperti hidung Petruk. Namun, waktu Belanda melakukan penambangan di tempat ini, fosfat hidung Petruk putus dan sekarang sudah tidak kelihatan lagi. Meskipun demikian, nama goa ini tetaplah Goa Petruk.


1 komentar: