Sabtu, 25 November 2017

Cave Tubing Gua Pindul



Goa/Gua Pindul  termasuk salah satu destinasi wisata alam di Yogyakarta, yang berlokasi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Daerah ini terletak di kawasan pebukitan karst sehingga didominasi oleh bebatuan. Nama pindul ini diambil dari mitos kisah perjalanan Joko Singlulung yang mencari ayahnya. Dia menelusuri hutan, sungai dan gua. Saat menelusuri gua ini, kepala Joko terbentur pada sebuah batu besar. Sehingga diambil dari kata pipi gebendul, maka tersebutlah Gua Pindul.

Gua Pindul menjadi tempat wisata yang terkenal karena cara yang unik untuk menyusurinya. Yaitu wisatawan duduk diatas ban dalam besar (tube) yang telah dimodifikasi dengan diberi pengait. Dan juga memakai jaket pelampung, sehingga walaupun wisatawan tidak bisa berenang, mereka tetap aman dan nyaman. Apalagi jaket rompi pelampungnya sudah memenuhi standart team SAR. Jaket ini dapat menahan beban 100 kg sehingga pemakai tetap bisa mengambang di atas air. Jaket pelampung tersedia berbagai macam ukuran. Di sana juga dipandu oleh pemandu lokal yang profesional. Dengan begitu menyusuri gua atau lebih dikenal dengan cave tubing ini dapat diikuti oleh wisatawan semua usia tanpa rasa takut dan kuatir.


Gua Pindul merupakan gua kapur yang panjangnya 350 meter dan lebarnya 5 meter. Di dalam gua mengalir sungai bawah tanah dari mulut gua sampai akhir gua. Yang mana, aliran sungainya berasal dari mata air Gedong Tujuh. Jarak atap gua dengan permukaan air sekitar 4 meter dan kedalamannya bisa sampai 12 meter. Di dalamnya terdapat bagian sempit  yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung saja, sehingga harus bergantian.


Apabila Anda ingin ke sana, lokasinya tidak begitu jauh. Kalau menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi, Anda dari Jogja melewati Jalan Wonosari. Sampai  di jalur lingkar berbelok ke kiri dan mengikuti jalan raya menuju Desa Karangmojo. Sampai di perempatan Argopolitan belok kiri lagi mengikuti jalan desa. Dan sampailah Anda di Dusun Bejiharjo.
Goa pindul memiliki 3 zona yaitu zonna terang, zona remang dan zona gelap. Untuk menyusurinya, Anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Di bagian zona terang,  sinar matahari dengan bebas bisa masuk sehingga Anda bisa melihat pemandangan dalam gua dengan jelas. Anda bisa berenang, bermain sesuka hati sambil menyaksikan kumpulan ikan-ikan yang cantik. Anda tak perlu kuatir karena walau ikan cukup besar, tapi tergolong ikan yang aman.  
Di zona kedua, yaitu zona remang, Anda bisa melihat dengan takjub suasana di dalam gua. Dengan sedikit cahaya yang masuk dan dipantulkan oleh air ke dinding gua, sehingga membuat cahaya remang semakin indah. Di zona ini terdapat batu yang disebut batu stalagmit Perkasa dan batu stalagmit Mutiara. Yang keduanya memiliki mitos unik. Yaitu bisa membuat awet muda dan perkasa bagi orang yang menyentuhnya. Anda juga akan melihat ornamen batu stalagtit yang masih aktif maupun yang tidak aktif menghiasi gua .
Tepat di tengah-tengah penyusuran terdapat sebuah batu Stalagtit  terbesar di gua pindul, bahkan mempunyai peringkat terbesar ke 4 di dunia, yang disebut Soko Guru(dalam Bahasa Jawa kuno berarti tiang penyangga bukit). Tinggi batu ini mencapai 7 meter dan lebarnya lima rentangan tangan orang dewasa. Sehingga menjadikan goa sempit dan saat melewati daerah ini Anda harus antri karena hanya bisa dilewati satu ban pelampung.
Setelah melewati zona yang sempit, maka Anda memasuki zona terpanjang, yaitu zona kelelawar. Di sini banyak ditinggali kelelawar kecil jenis kampret yang makanannya serangga atau nyamuk. Kelelawar ini jinak sehingga Anda tak perlu takut.
Di Gua Pindul juga terdapat sebuah dam besar yang pada atas gua terdapat lubang sehingga sinar matahari bisa masuk. Pantulan-pantulann sinarnya menjadikan pemandangan indah. Di sinilah puncaknya keindahan di Gua Pindul. Apabila anda telah melewati dam ini, menandakan perjalanan penelusuran gua akan segera selesai.


Ingin menyusuri Gua Pindul sekarang? klik di sini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar