Nusa Tenggara Timur mempunyai Pulau
Flores yang terkenal dengan terletaknya Gunung Kelimutu. Gunung Kelimutu merupakan
salah satu gunung di Indonesia yang terdapat danau dikawah puncaknya, Danau
Kelimutu. Gabungan kata dari keli dan
mutu ini, mempunyai arti gunung
mendidih. Danau Kelimutu biasa disebut
dengan “Danau Tiga Warna” karena memiliki warna berbeda, yang mana warna
tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Warna ini mulai
berubah sejak 1969 ketika Gunung Iyaa meletus. Penduduk setempat meyakini
warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan kekuatan alam
yang begitu dahsyat.
Baca: Sewa Mobil di Jogja
Baca: Sewa Mobil di Jogja
Gunung
dengan ketinggian 1.640 meter diatas permukaan laut ini, terletak di Desa Pemo,
Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yaitu di
Kecamatan Detsuko, Kecamatan Ndonna, dan Kecamatan Wolowaru yang ketiganya
masuk di Kabupaten Dati II Ende, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan ketiga danau
tersebut memiliki luas sekitar 1.051.000 m2 dan volume air 1.292 juta m3.
Danau-danau tersebut dibatasi dinding batu sempit yang terjal dengan kemiringan
70°. Adapun ketinggian dinding sekitar 50 sampai 150 m.
Keindahan
alam ini mulai dikenal setelah Y.Bouman menuliskannya pada tahun 1929. Semenjak
itu, wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker oleh masyarakat
setempat. Sebagian tujuan kedatangan mereka bukan hanya mengagumi keindahan
semata, melainkan melakukan penelitian akan kejadian alam yang begitu langka
ini. Karena kelangkaan alam ini, sejak 26 februari 1992, Kawasan Kelimutu ditetapkan
menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional.
Masyarakat
sekitar meyakini ,danau ini dibagi
sesuai warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru (tiwu nuwa ko’o fai) diyakini sebagai tempat berkumpulnya jiwa
muda-mudi yang telah meninggal, danau yang berwarna merah (tiwu ata palo) merupakan tempat
jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang dalam hidup mereka selalu
melakukan perbuatan tercela. Adapun danau yang berwarna putih (tiwu ata mbupu) merupakan tempat
berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Ketika
melakukan perjalanan menuju Kelimutu, banyak pemandangan yang jarang dijumpai ditempat
lain, namun disuguhkan oleh alam disini. Tentang flora dan fauna langka, seperti
cemara gunung, kayu merah, edelweis, landak, babi hutan, tikus besar, dan
burung garugiwa. Mungkin masih ada beberapa orang yang merasa asing dengan nama
burung garugiwa. Memang, burung garugiwa ini hanya ada dikawasann Kelimutu ini.
Kepulan asap akibat solfatara, dan kawah dinding yang berwarna kuning menjadi
pemandangan menakjubkan yang dapat dinikmati. Dipuncak danau berwarna merah,
dibagian timur terdapat bukit Buu Ria yang menjulang dan merupakan lokasi paling
tinggi di Gunung Kelimutu.
Baca: Wisata di Jogja
Baca: Wisata di Jogja
Ada
sedikitnya empat alternatif rute perjalanan untuk menuju obyek wisata Kelimutu.
Dapat ditempuh melalui Moni, Flores, Labuan Bajo, dan melalui Maumere. Apabila
mengambil rute dari Maumere maka akan melewati pantai utara pulau Flores yang
terkenal dengan hamparan pasir putih dan alam lautnya. Selain melewati pantai
utara Flores, ada alternnatif lain yaitu melalui desa-desa tradisional yang
tidak kalah indahnya, dengan terdapatnya rumah adat, bangunan megalitik,
kerajinan tenun, tarian tradisional dan peninggalan purbakala.
Kawasan
ini menjadi salah satu objek wisata andalan di Pulau Flores, sehingga akomodasi
dikawasan ini cukup diperhatikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar