Minggu, 10 Desember 2017

DANAU KELIMUTU, NUSA TENGGARA TIMUR




            Nusa Tenggara Timur mempunyai Pulau Flores yang terkenal dengan terletaknya Gunung Kelimutu. Gunung Kelimutu merupakan salah satu gunung di Indonesia yang terdapat danau dikawah puncaknya, Danau Kelimutu. Gabungan kata dari keli dan mutu ini, mempunyai arti gunung mendidih.  Danau Kelimutu biasa disebut dengan “Danau Tiga Warna” karena memiliki warna berbeda, yang mana warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Warna ini mulai berubah sejak 1969 ketika Gunung Iyaa meletus. Penduduk setempat meyakini warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan kekuatan alam yang begitu dahsyat.

Baca: Sewa Mobil di Jogja

                   Gunung dengan ketinggian 1.640 meter diatas permukaan laut ini, terletak di Desa Pemo, Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yaitu di Kecamatan Detsuko, Kecamatan Ndonna, dan Kecamatan Wolowaru yang ketiganya masuk di Kabupaten Dati II Ende, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan ketiga danau tersebut memiliki luas sekitar 1.051.000 m2 dan volume air 1.292 juta m3. Danau-danau tersebut dibatasi dinding batu sempit yang terjal dengan kemiringan 70°. Adapun ketinggian dinding sekitar 50 sampai 150 m.
                   Keindahan alam ini mulai dikenal setelah Y.Bouman menuliskannya pada tahun 1929. Semenjak itu, wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker oleh masyarakat setempat. Sebagian tujuan kedatangan mereka bukan hanya mengagumi keindahan semata, melainkan melakukan penelitian akan kejadian alam yang begitu langka ini. Karena kelangkaan alam ini, sejak 26 februari 1992, Kawasan Kelimutu ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional.
                   Masyarakat sekitar  meyakini ,danau ini dibagi sesuai warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru (tiwu nuwa ko’o fai) diyakini sebagai tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal, danau yang berwarna merah (tiwu ata palo) merupakan tempat  jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang dalam hidup mereka selalu melakukan perbuatan tercela. Adapun danau yang berwarna putih (tiwu ata mbupu) merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
                   Ketika melakukan perjalanan menuju Kelimutu, banyak  pemandangan yang jarang dijumpai ditempat lain, namun disuguhkan oleh alam disini. Tentang flora dan fauna langka, seperti cemara gunung, kayu merah, edelweis, landak, babi hutan, tikus besar, dan burung garugiwa. Mungkin masih ada beberapa orang yang merasa asing dengan nama burung garugiwa. Memang, burung garugiwa ini hanya ada dikawasann Kelimutu ini. Kepulan asap akibat solfatara, dan kawah dinding yang berwarna kuning menjadi pemandangan menakjubkan yang dapat dinikmati. Dipuncak danau berwarna merah, dibagian timur terdapat bukit Buu Ria yang menjulang dan merupakan lokasi paling tinggi di Gunung Kelimutu.

Baca: Wisata di Jogja

                   Ada sedikitnya empat alternatif rute perjalanan untuk menuju obyek wisata Kelimutu. Dapat ditempuh melalui Moni, Flores, Labuan Bajo, dan melalui Maumere. Apabila mengambil rute dari Maumere maka akan melewati pantai utara pulau Flores yang terkenal dengan hamparan pasir putih dan alam lautnya. Selain melewati pantai utara Flores, ada alternnatif lain yaitu melalui desa-desa tradisional yang tidak kalah indahnya, dengan terdapatnya rumah adat, bangunan megalitik, kerajinan tenun, tarian tradisional dan peninggalan purbakala.

                   Kawasan ini menjadi salah satu objek wisata andalan di Pulau Flores, sehingga akomodasi dikawasan ini cukup diperhatikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar