Provinsi Jawa Barat memiliki kondisi geografis yang
bervariasi, sehingga obyek wisata alam yang tersajipun bermacam-macam. Termasuk
di kawasan wisata alami di Cisarua, terdapat air terjun yang menjadi salah satu
destinasi alam yang berhasil dipoles dan menjadi trending.
Awalnya air terjun ini bernama Curug Cimahi. Nama Cimahi
berasal dari nama sungai yang mengalir diatasnya yaitu Sungai Cimahi yang
berhulu di Danau Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Air terjun/Curug Cimahi yang
dikelola pihak Perhutani melakukan inovasi baru untuk meningkatkan potensi
wisata daerah. Dengan konsep penataan yang baru, menambahkan sentuhan lampu
penghias dan mampu menimbulkan efek yang keren. Pada malam hari lampu hias ini
menimbulkan efek warna-warni. Wajah curug saat malam hari menjadi daya tarik
sendiri. Tidak hanya kreasi yang menyandingkan keindahan alam curug dengan
teknologi cahaya yang disetting melalui lampu warna warni yang dipasang
dibelakang air. Namanya pun terkenal dengan nama Curug Pelangi atau The Rainbow Waterfalls.
Sebenarnya bukan hanya air terjun Pelangi, namun
terdapat beberapa air terjun yang lain yang ada di sepanjang Sungai Cimahi. Dengan
ketinggian sekitar 87 m menjadikan air terjun ini sebagai salah satu air terjun
tertinggi di wilayah Bandung. Kawasan air terjun yang terletak di jalan Kolonel
Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bndung Barat ini, jika dilihat
dari atas memiliki dua tingkat unik. Tersedia juga area pandang khusus yang
biasa digunakan berfoto, jika ingin merasakan sensasi segarnya air terjun,
wisatawandapat turun mendekar ke air terjun.
baca : persewaan mobil murah
baca : persewaan mobil murah
Destinasi wisata ini berjarak kurang lebih 10 km
dari Kota Cimahi atau 20 km dari Kota Bandung. Area ini memiliki fasilitas yang
cukup memadai dengan terdapatnya shutter di pinggir jalur dari gerbang menuju
air terjun, tempat parkir, pintu gerbang, pagar pengaman, peta lokasi, jalan
setapak, bangku, tempat sampah, pusat informasi dan pos jaga, mushola kamar
kecil. Sebagai penunjang keamanan dan kenyamanan pengelola utama menambah
beberapa fasilitas penting. Seperti pengeras suara, papan peringatan, jalur
evakuasi pos-pos medis yang diletakkan di atas, tengah dan di lokasi curug. Pos
ini bisa juga digunakan untuk melepas lelah.
Untuk mencapai air terjun, wisatawan harus melalui ratusan
anak tangga, berjumlah sekitar 587 anak tangga. Dengan menuruninya saja tak
jarang pengunjung merasa pegal dan lelah. Belum lagi dengan bayangan untuk
kembali ke atas yang kerap menghantui. Tak heran jika wisatawan menghabiskan waktu
berjam-jam untuk menikmati keindahan
curug dan melepas lelah mengumpulkan energi untuk kembali ke atas. Pengalaman tentunya
akan lebih berharga dan tak bisa dibayar dengan harga berapa pun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar