Informasi Wisata

Jumat, 11 Mei 2018

Destinasi wisata alam di tengah kepadatan Kota Bekasi



Kota Bekasi identik dengan wilayah kota yang jarang terdapat wisata alamnya. Namun, ada satu tempat wisata yang dapat menjadi alternatif saat berkunjung ke Kota Bekasi. Yang bernama Curug Parigi terletak di antara wilayah Kabupaten Bogor (Kecamatan Gunung Putri) dan Kota Bekasi (Kecamatan Bantar Gebang).
Curug/ air terjun ini bentuknya dari patahan sungai. Sehingga keindahan curug ditentukan debit air yang mengalir, ketika musim kemarau debit air tidak begitu banyak. Sedangkan musim hujan seluruh sisi curug akan dialiri air bahkan hingga rata permukaan. Kondisi Curug Parigi memiliki kontur tanah sedikit menanjak dan berbatu.
Bentuk air terjun cukup unik cenderung memanjang sampai dimiripkan dengan air terjun Niagara di Amerika Serikat hanya bentuknya yang lebih kecil. Dengan ketinggian sekitar 2m dan lebarnya lebih dari 20 m. Ada hal yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke wisata ini, yaitu pengunjung dilarang  berenang di curug bagian kanan, karena airnya cukup dalam. Pengunjung hanya boleh berada di curug paling kiri dan dan curug tengah.
Namun demikian, tempat wisata air terjun ini diharapkan segera ditetapkan menjadi salah satu tujuan wisata yang berikut dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya.



Wisata baru yang hits di hutan pinus Bantul
Tempat wisata baru sering bermunculan akhir-akhir ini yang kemudian menjadi hits. Wisata di daerah Bantul misalnya. Di kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Dlingo, yang terdapat banyak wisata hutan pinusnya. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Rumah Hobbit. Sebenarnya nama dari tempat ini adalah Wisata Seribu Batu Songgo Langit tapi di sosial media lebih dikenal dengan sebutan Rumah Hobbit karena terdapat beberapa rumah yang menyerupai rumah hobbit.
Wisata unik ini baru pertama kali dibuat di Bantul. Yang dibuat ditempat di antara pepohonan pinus dan karet dengan nuansa hutan teduh nan alami. Alamat tempat yang kini jadi favorit kawula muda ini berada di Jln.Hutan Pinus, Nganjir, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.
Dari Kota Yogyakarta membutuhkan waktu tempuh sekitar 35-45 menit perjalanan. Dalam perjalanan wisatawan akan melewati jalanan yang menanjak namun mengasyikkan dengan sejuknya pemandangan sekitar dan rimbunnya pepohonan.
Suasana di hutan pinus ini benar menyegarkan, ditambah dengan suasana menyejukkan. Wisatawan dapat berfoto dengan angle yang diinginkan. Bahkan, tak jarang tempat ini juga dijadikan sebagai tempat foto prewedding.



Menikmati pesona candi di dekat perkebunan Teh Kemuning



Berada di tempat wisata yang alami mampu menyegarkan fikiran dan memberikan asupan serta nutrisi yang baik sebagian orang. Jika berada di daerah Karanganyar, Jawa Tengah cobalah mampir ke bangunan sejarah yang berada di kawasan yang maasih alami. Berlibur sambil meng-eksplore Candi Ceto dapat menjadi pilihan.
Candi Cetho merupakan candi yang bercorak agama Hindu. Menurut perkiraan kompleks Candi Ceto di bangun pada masa akhir era Majapahit. Tempat ini biasa digunakan sebagai tempat pemujaan oleh penduduk setempat dan peziarah yang beragama Hindu. Seperti tempat beribadah Hindu lainnya, ketika akan masuk kompleks candi, pengunjung diwajibkan memakai poleng. Poleng ini berupa kain mirip sarung yang dikenakan di pinggang.
Kompleks Candi Ceto berada di lereng Gunung Lawu sebelah barat pada ketinggian 1496 mdpl. Berjarak sekitar 4 km dari candi Sukuh yang sama-sama peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar ini lokasinya berada di atas kawasan Perkebunan Teh Kemuning yang hijau dan luas. Sehingga pengunjung dapat menyaksikan pemandangan perkebunan teh dengan leluasa sembari menikmati indahnya alam yang tercipta.
Dahulu ada 2 jalur pendakian resmi gunung Lawu yaitu melalui Cemara Kandang dan Cemara Sewu. Sekarang jalur melalui Candi Cetho mulai banyak dikenal pendaki. Sehingga kompleks Candi Ceto menjadi semakin ramai pengunjung. Dikarenakan kompleks Candi Ceto berada di lereng gunung maka akses menuju tempat sangat menanjak, sehingga ada baiknya jika pengunjung menyiapkan kendaraan yang prima.