Liburan adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk
menetralkan kepenatan dari segala rutinitas harian. Berlibur di tempat wisata
alam yang menyejukkan mampu mengubah kepenatan menjadi segar. Di Kabupaten Kebumen,
Provinsi Jawa Tengah selain memiliki wisata pantainya, terdapat juga tempat
wisata alam lainnya seperti terdapat Goa Petruk.
Tempat ini dinamakan Goa Petruk karena di dalam goa
terdapat stalaktit yang bentuknya mirip dengan hidung salah satu tokoh,
pewayangan yang bernama Petruk. Petruk memiliki ciri bertubuh tinggi dan berhidung panjang. Bagi
pengunjung ketika akan menyusuri goa disarankan menggunakan jasa pemandu agar
tidak tersesat di dalamnya.
Letak goa ini tepatnya di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo,
Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Untuk menemukan goa ini, pengunjung naik
anak tangga terlebih dahulu sekitar 250 m sebelum mulai menjelajah goa. Dari
luar suasana goa terlihat seperti mencekam, dan pintu goa yang dikelilingi
pohon-pohon rindang. Begitu memasuki goa, pengunjung akan disambut dengan batu
tirai pintu, suasana mencekam pun berangsur menghilang dan berubah menjadi
takjub.
Goa Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian.
Bagian pertama atau lantai dasar dengan panjang hanya 100 m dan di lantai ini
terdapat kelelawar yang berterbangan kesana kemari. Untuk goa kedua dalam
lokasi tersebut diberi nama Goa Semar, yang tidak memiliki ujung lorong. Yang
terakhir adalah bagian yang paling atas yang wajib dikunjungi.
Pengunjung menjelajah semakin ke dalam, maka semakin
seru menikmati kegiatan jelajah goa ini. Di dalam goa terdapat susunan
stalaktit dan stalagmit yang indah dan menakjubkan. Pengunjung harus melewati
sungai kecil dengan air setinggi mata kaki hingga hampir setinggi lutut orang
dewasa membuat semakin menyenangkan. Penerangan di dalam goa yang masih minim
yang hanya mengandalkan dari lampu petromak, menjadikan suasana temaram.
Pengunjung juga akan menjumpai Batu Prangko, yang dulunya memang pernah
dijadikan foto dalam prangko nasional.
Di tempat ini, awalnya terdapat batu yang dipahat
secara alami sehingga terbentuk seperti hidung Petruk. Namun, waktu Belanda
melakukan penambangan di tempat ini, fosfat hidung Petruk putus dan sekarang
sudah tidak kelihatan lagi. Meskipun demikian, nama goa ini tetaplah Goa
Petruk.

itu asli atau dibuat manusia ka
BalasHapusrental mobil jogja