Senin, 11 Desember 2017

ASYIKNYA SUASANA WATU LUMBUNG



Pernah menikmati suasana pantai dari ketinggian sambil ngopi?  Melihat birunya lautan,  menikmati keindahan pemandangan pesisir selatan kota Jogja sembari ditemani secangkir kopi, Watu Lumbung jawabannya. Ketika anda mengunjungi pantai Parangtritis, jangan lewatkan Bukit Watu Lumbung ini untuk disinggahi. Letak bukit Watu Lumbung ada di sebelah selatan Sungai Opak, berada di antara hutan jati. Yang berlokasi di kawasan Parangtritis, Kretek, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jarak sekitar 4 km dari pantai.
Di bukit inilah anda bisa menghabiskan waktu menikmati keindahan Parangtritis dari ketinggian. Pemandangan Sungai Opak yang terbentuk karena adanya patahan atau sesar di masa lampau pun dapat dilihat. Terlihat juga jembatan Kretek yang menghubungkan daratan yanng terpisah oleh Sungai Opak. Sementara garis pantai terlihat disisi selatan.
Destinasi wisata Kampung Edukasi Watu Lumbung ini awalnya merupakan deretan hutan jati, kemudian dikelola dengan konsep edukasi dan penyatuan alam sehingga diubah menjadi lingkungan wisata alternatif. Rumah-rumah sederhana berdinding kayu dibangun diantara pohon-pohon jati yang tumbuh menjulang. Bangunan dan konstruksi-konstruksi dari bambu dibuat dengan pohon jati sebagai penyangganya.
Pengunjung diajak agar mencintai alam dan turut melestarikan alam, serta yang hendak ditanamkan disini adalah bahwa kedudukan semua orang sama saat berada di Watu Lumbung. Ada beberapa gardu pandang yang menjadi spot favorit untuk menikmati saat-saat matahari mulai bergeser ke arah barat.
Nilai edukasi yang disajikan kepada pengunjung sangatlah unik. Tidak ada kemewahan yang ditampilkan. Perabot disini kebanyakan menggunakan bahan dari kayu dan bambu. Disini terdapat beberapa tempat kuliner unik, seperti Kedai Wedangan, Lembayung, Kedai Susu, Alas Kuliner.
Setiap tempat kuliner ditata sedemikian rupa sehingga memiliki ciri khas suasana masing-masing. Di Kedai Wedangan misalnya, ketika anda menginginkan pesan kopi, maka kopi akan disajikan dengan cangkir tempo dulu, menambah unsur unik yang tercipta. Sembari mendengarkan iringan gitar ataupun musik yang menjadikannya semakin syahdu. Ditambah dengan adanya beberapa kucing lucu yang bermain kesana kemari.
Dan tempat-tempat kuliner tersebut juga menyediakan makanan dan minuman khas ndeso. Seperti camilan tempe mendoan, ketela goreng, pisang penyet dan lain-lain. Untuk minumnya, ternyata tak hanya kopi, minuman tradisional seperti teh, wedang jahe, wedang uwuh juga tersedia disini. Tempat kulinner tersebut juga bisa dipesan untuk keperluan meeting. Apalagi di Watu Lumbung ini juga menyediakan cottage, area camping ground serta tenda yang bisa disewa.
Untuk pengunjung yang hobi membaca, disini juga terdapat fasilitas mini library. Ngopi sambil baca buku tidak harus di kafe, diatas bukit pun bisa. Bisa dibayangkan dong bagaimana asyiknya jika berkunjung kesana? Ajak kerabat, sahabat, teman ataupun orang tersayang  untuk menikmatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar