Sabtu, 16 Desember 2017



Taman Nasional Bogani Nani Wartabone atau biasa disingkat TNBNW merupakan salah satu hutan lindung seluas 297,11 ha yang sebagian kawasan terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan sebagian lagi terletak di Provinsi Gorontalo. Adapun pengelolanya yaitu balai TNBNW yang berada di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Perjalanan dari kota Manado ke TNBNW membutuhkan waktu 4 jam.
Taman Nasional Bogani Noni Wartabone ini sebelumnya bernama Dumoga Bone. Taman ini berada di kawasan peralihan geografi daerah Indomalayan dan Papua-Australia sehingga memiliki berbagai keunikan.

Baca Juga: Paket Wisata Jogja

Beraneka ragam flora yang didominasi oleh kelompok ficus tumbuh di kawasan taman ini. Beberapa tanaman memiliki nilai ekonomis tinggi diantaranya nantu, kayuhitam, kayu besi, kayu inggris, cempaka dan metayangan. Juga terdapat berbagai flora yang lain seperti paku-pakuan, palem, rotan, hanjuang hijau dan bunga bangkai.

Selain memiliki berbagai macam flora, TNBNW juga memiliki berbagai fauna yang terdiri dari 24 jenis mamalia, 11 jenis reptilian, 2 jenis amfibia, 125 jenis aves, 19jenis ikan, 200 jenis kumbang dan 38 jenis kupu-kupu. Sebagian besar satwa merupakan satwa khas Pulau Sulawesi. Seperti monyet hitam(yaki), monyet dumoga bone, tangkasi, musang Sulawesi, anoa besar, anoa kecil, babirusa, kelelawar bone dan burung maleo.

Di kawasan TNBNW ini terdapat beberapa objek wisata yang menarik yaitu:
  1. Air Terjun Mengkang
Air terjun ini terletak di Desa Mengkang, Kecamatan Laloyan. Untuk menuju Air Terjun Mengkang dari Desa Laloyan harus berjalan kaki selama sekitar 3 jam dan apabila dari Taman Nasional Bogani Noni Wartabone membutuhkan waktu 1,5 jam dengan menggunakan mobil.
  1. Habitat Maleo Tambun
Habitat burung Maleo berada di wilayah Desa Tambun, Kecamatan Dumoga Timur. Tempat ini sebagai aktivitas mengamati perilaku burung maleo pada saat akan bertelur, mencari telur burung maleo dan lainnya. Di sini pengunjung bisa mengamati secara langsung. Apabila lelah, pengunjung bisa melepas lelah di sumber air panas yang ada di dekat lokasi peneluran burung maleo tersebut.

Baca: Persewaan Mobil Murah
  1. Sumber Air Panas Tambun
Sumber air panas ini terletak di Desa Tambun. Berada di lokasi OWA habitat maleo Tambun. Sumber air panas ini telah dikembangkan sehingga menjadi tempat pemandian air panas bagi pengunjung. Terutama para pengunjung OWA habitat maleo Tambun. Tempat ini anyak diminati karena dekat dengan ibukota kabupaten yang hanya berjarak sekitar 50 km.
  1. Air Terjun Tumpah
Air terjun tumpah berada di Desa Toraut Kecamatan Dumoga Barat. Apabila memulai perjalanan dari kantor balai TNBNW memerlukan waktu 2 jam dengan mengendarai kendaraan dan berjalan kaki selama 1,5 jam.
  1. Gua Batu Berkamar
Gua ini terletak di Desa Toruat. Untuk mencapainya memerlukan waktu 2 jam mengendarai kendaraan dari kantor balai TNBNW. Dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 4 jam. Di sini pengunjung dapat mengamati kehidupan tarsius dan burung hantu.
  1. Air Terjun Lombonga
Air Terjun Lombonga terletak di Desa Lombonga, Kecamatan Suwawa. Air terjun ini terdiri dari dua yaitu Lombonga I dengan ketinggian sekitar 20 meter dan Lombonga II dengan ketinggian sekitar 30 meter. Untuk mencapai Air Terjun Lombonga, pengunjung membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dari Kota Gorontalo. Apabila dari TNBNW memerlukan waktu 8 jam. Sampai di pintu masuk desa, pengunjung harus berjalan kaki selama setengah jam.
  1. Puncak Bukit Linggua
Bukit Linggua berada di Kecamatan Dumoga Barat. Dengan ketinggian 700 meter dpl hanya dapat ditempuh dengan berjalankaki selama 3 jam dari stasiun penelitian Toraut. Di puncak bukit, pengunjung bisa menikmati panorama alam berupa hamparan hijau kawasan TNBNW dan pemukiman di wilayah Dumoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar