Senin, 11 Desember 2017
IMOGIRI DAN KOTA GEDE Saksi Bisu Sejarah Tempo Dulu
Yogyakarta atau lebih terkenal dengan sebutan Jogja Istimewa, kota yang berkhas dengan kuliner gudegnya ini menyimpan sejarah yang luar biasa. Di balik keramaian dann modernisasi yang terjadi saat ini, konon ratusan silam kota Yogyakarta pernah mengalami masa kejayaan. Imogiri dan Kota Gede adalah saksi bisu kejayaan Yogyakarta tempo dulu.
Baca: Persewaan Kendaraan di Jogja
Mendengar nama Imogiri, setiap orang mengkaitkannya dengan berziarah.Daerah yang sekitar 20 km sebelah selatan kota Yogyakarta ini, di atas perbukitan yang hijau dan teduh berdiri megah tempat peristirahatan terakhir raja-raja yang pernah bertahta di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Suasana yang tenang dan sunyi sungguh terasa berada di tempat ini. Mengantarkan ketenangan para raja dalam tidur panjangnya.
Para pengunjung yang hendak berziarah diwajibkan mengenakan busana adat Jawa yang disediakan di pos jaga. Dengan dipandu abdi dalem Keraton, pengunjung dapat langsung berada di depan nisan para raja yang hendak dituju. Di sana doa-doa suci dipanjatkan oleh para peziarah. Makam Imogiri dibangun sekitar 1632 Masehi,tempat ini lebih dikenal dengan sebutan Pajimatan Imogiri. Makam ini terbagi menjadi tiga bagian, di bagian tengah terdapat makam Sultan Agung dan Susuhunan Paku Buana ke-1, lalu di sebelah kanan berderet bangunan makam Sultan Yogyakarta, mulai dari Sultan Hamengkubuwono I sampai dengan Sultan Hamengkubuwono VI. Lalu di sisi paling kanan menjadi tempat makamnya Sultan Hamengkubuwono VII sampai dengan Sultan Hamengkubuwono IX.
Baca: Paket Wisata Jogja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar