Ingin
menikmati pesona kawah yang terletak di puncak gunung dengan fenomena berbeda? Mendatangi
Gunung Ijen jawabannya. Pendakian gunung ini dapat dimulai dari beberapa
tempat, karena letaknya di perbatasan antara Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa
Timur. Di puncak gunung berapi yang masih aktif ini terdapat sebuah danau kawah
yang berada 2.443 meter di atas permukaan laut dikenal dengan nama Kawah Ijen. Perlu waktu sekitar 2,5 jam
untuk dapat menjangkaunya.
Kawah
Ijen juga dikenal sebagai danau dengan air paling asam terbesar di dunia. Dan juga
tinggi kalderanya mencapai 500 m dengan luas area 5.466 ha dan kedalaman kawah 200
m. Dibalik kesan ekstrim yang dimiliki, Kawah Ijen menyambut dengan bentangan
danau berwarna biru kehijauan dan memberikan sajian panorama yang mempesona. Ketika
waktu menunjukkan pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari, di dinding-dinding kaldera
terdapat cahaya biru yang meliuk-liuk yang dikenal fenomena blue fire
atau api biru.
Baca
: Sewa mobil Jogja
Fenomena
blue fire sangat langka hanya
terjadi di dua tempat di dunia, yaitu Islandia dan di Kawah Ijen. Blue fire
terjadi akibat kuantitas gas
belerang yang tinggi dengan tekanan dan suhu yang tinggi (mencapai 600°C). Api biru
hanya terlihat di malam hari, karena reaksi ini jika siang berwarna
kekuning-kuningan. Dari kawah ini,
anda dapat bonus dapat melihat pemandangan
beberapa gunung lain yang ada di kawasan Pegunungan Ijen.
Moment
sunrise terlihat menawan dari ujung timur Pulau Jawa, yang perlahan muncul dari
balik selimut kabut hingga semakin naik sosok danau ini terlihat seluruhnya. Tak
heran bila wisatawan berbondong-bondong menngunjungi tempat ini untuk menyaksikan
keindahannya.
Kawah yang masih dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen ini merupakan
area pertambangan belerang terbesar di Jawa Timur yang masih menggunakan metode
penambangan dengan cara tradisional. Ketika siang hari, di bibir Kawah Ijen
anda dapat melihat aktivitas penambang belerang tradisional.
Baca : Paket wisata murah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar