Kamis, 01 Februari 2018

Mengabadikan Sunset Romantis di Istana Puncak Bukit Jogja



Pernah menghabiskan waktu di Kota Yogyakarta? Kota pelajar dan juga merupakan kota wisata ini, memiliki banyak wisata bersejarah.  Di ±18 km sebelah timur Kota Yogyakarta terdapat sebuah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang biasa disebut Candi Ratu Boko. Bangunan ini berada  3 km di sebelah selatan kompleks Candi Prambanan.
                Nama Ratu Boko menurut masyarakat setempat merupakan nama ayah dari Roro Jonggrang yang juga menjadi nama candi utama di kompleks Candi Prambanan. Menurut para ahli sejarah dan para peneliti candi ini dahulu memiliki banyak fungsi selain sebagai candi pada umumnya. Dilihat dari kenyataan kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius melainkan sebuah istana berbenteng dengan pola peletakan sisa-sisa bangunan dan parit kering sebagai struktur pertahanan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton/ istana raja.
Dengan luas kompleks sekitar 25 ha, area ini terbagi menjadi tujuh bagian,yaitu gerbang utama, candi batu kapur, candi pembakaran, paseban, pendapa, kaputren dan goa. Dulunya fungsi candi pembakaran untuk pembakaran jenazah, dan paseban sebagai  tempat raja-raja Jawa menerima tamu. Setiap dinasti disini memiliki tujuan tersendiri  dalam menyebarkan pengaruh agama Hindu ataupun Budha.
ingin berlibur di Kota Jogja? klik persewaan mobil murah
Gerbang candi terdiri dari dua gerbang yaitu gerbang luar dengan ukuran lebih kecil dan gerbang  dalam dengan ukuran lebih besar. Di gerbang ini pengunjung bisa menyaksikan sunset berlatar belakang siluet kokoh gerbang batu candi lokasi tepat di atas bukit yang menjadi spot menarik untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam.ketika cuaca cerah,  langit seolah membara berbias warna matahari tepat diatas dua gapura gerbang.  Istana kuno  itu terlihat begitu mempesona.
Terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 m dari permukaan laut membuat kompleks ini udaranya segar dan sejuk. Hamparan rumput hijau dan  reruntuhan bangunan batu yang lenggang membuat suasana semakin dingin. Padahal di suatu masa terdapat kehidupan di antara dinding batu itu. Pengunjung dapat duduk  melepas lelah di serambi restoran yang menghadap ke lembah. Dan terlihat juga pemandangan Gunung Merapi menjulang ke atas dan di arah selatan samar-samar terlihat pantai selatan.

Menghabiskan banyak waktu untuk berpetualang di komlpeks ini tidak akan bosan. Menyusuri pelataran, melihat batu yang dibangun mengikuti kontur tanah yang bertingkat-tingkat. Candi ini bisa menjadi salah satu tempat wisata pendidikan sejarah dan budaya terbaik di Yogyakarta. Dimana lagi tempat paling pas menyaksikan sunset bersama orang tercinta?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar