Pernah menghabiskan waktu di Kota
Yogyakarta? Kota pelajar dan juga merupakan kota wisata ini, memiliki banyak
wisata bersejarah. Di ±18
km sebelah timur Kota Yogyakarta terdapat sebuah situs purbakala yang merupakan
kompleks sejumlah sisa bangunan yang biasa disebut Candi Ratu Boko. Bangunan
ini berada 3 km di sebelah selatan
kompleks Candi Prambanan.
Nama
Ratu Boko menurut masyarakat setempat merupakan nama ayah dari Roro Jonggrang
yang juga menjadi nama candi utama di kompleks Candi Prambanan. Menurut para
ahli sejarah dan para peneliti candi ini dahulu memiliki banyak fungsi selain
sebagai candi pada umumnya. Dilihat dari kenyataan kompleks ini bukan candi
atau bangunan dengan sifat religius melainkan sebuah istana berbenteng dengan
pola peletakan sisa-sisa bangunan dan parit kering sebagai struktur pertahanan,
diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton/
istana raja.
Dengan luas kompleks sekitar 25
ha, area ini terbagi menjadi tujuh bagian,yaitu gerbang utama, candi batu
kapur, candi pembakaran, paseban, pendapa, kaputren dan goa. Dulunya fungsi
candi pembakaran untuk pembakaran jenazah, dan paseban sebagai tempat raja-raja Jawa menerima tamu. Setiap
dinasti disini memiliki tujuan tersendiri
dalam menyebarkan pengaruh agama Hindu ataupun Budha.
ingin berlibur di Kota Jogja? klik persewaan mobil murah
ingin berlibur di Kota Jogja? klik persewaan mobil murah
Gerbang candi terdiri dari dua
gerbang yaitu gerbang luar dengan ukuran lebih kecil dan gerbang dalam dengan ukuran lebih besar. Di gerbang
ini pengunjung bisa menyaksikan sunset berlatar belakang siluet kokoh gerbang
batu candi lokasi tepat di atas bukit yang menjadi spot menarik untuk menikmati
matahari terbit dan tenggelam.ketika cuaca cerah, langit seolah membara berbias warna matahari tepat
diatas dua gapura gerbang. Istana kuno itu terlihat begitu mempesona.
Terletak di sebuah bukit pada
ketinggian 196 m dari permukaan laut membuat kompleks ini udaranya segar dan
sejuk. Hamparan rumput hijau dan reruntuhan
bangunan batu yang lenggang membuat suasana semakin dingin. Padahal di suatu
masa terdapat kehidupan di antara dinding batu itu. Pengunjung dapat duduk melepas lelah di serambi restoran yang
menghadap ke lembah. Dan terlihat juga pemandangan Gunung Merapi menjulang ke
atas dan di arah selatan samar-samar terlihat pantai selatan.
Menghabiskan banyak waktu untuk
berpetualang di komlpeks ini tidak akan bosan. Menyusuri pelataran, melihat batu
yang dibangun mengikuti kontur tanah yang bertingkat-tingkat. Candi ini bisa menjadi
salah satu tempat wisata pendidikan sejarah dan budaya terbaik di Yogyakarta.
Dimana lagi tempat paling pas menyaksikan sunset bersama orang tercinta?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar