Berlibur
ke Kota Yogyakarta terasa kurang lengkap jika tidak mampir ke kediaman pelukis
legendaris, Bapak Affandi. Rumah beliau
yang kemudian diabadikan dengan dijadikan museum, dikenal dengan Museum
Affandi. Museum yang megah ini dapat anda
temui di tepi Sungai Gajah Wong, bagian timur Kota Yogyakarta. Tepatnya berada
di Jalan Laksda Adisucipto no 167,
Yogyakarta.
Museum
didirikan sejak tahun 1974 dengan menempati lahan seluas 3.500m² berkonsep
gaya perpaduan arsitektur klasik dan modern yang sangat nyeni. “Hawa seni” yang
begitu kental dapat anda rasakan begitu
memasuki area ini. Museum ini menggambarkan seperti potret keseharian seorang
Affandi.
Bangunan
museum terdiri dari tiga galeri utama
ditambah beberapa bangunan pelengkap, seperti
tempat pembelian tiket. Di galeri-galeri utama menyimpan berbagai macam lukisan
karya Affandi, dan juga menyimpan benda-benda peninggalan lainnya. Benda pribadi milik sang maestro yang masih utuh
tersimpan di museum ini antara lain: mobil, sepeda onthel, sandal jepit, kuas,
ember, sarung bermotif kotak-kotak, kliping berita koran, pipa cangklong
kesayangan, dan juga foto-foto kenangan
ketika beliau masih hidup.
Kota Jogja menjadi tujuan berlibur anda kali ini? klik disini
Kota Jogja menjadi tujuan berlibur anda kali ini? klik disini
Selain
terdapat 300 karya lukisan Affandi, di museum ini juga tersimpan lukisan para
pelukis terkenal lainnya, Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hebdra
Gunawan, Barli, dan Muchtar Apin. Terdapat juga piagam penghargaan dan koleksi
perangko PT.Pos Indonesia dengan seri gambar Affandi pada tahun 1997. Isi dan
penataan tiap galeri memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda.
Bahkan,
suasana diluar bangunan museum pun dibuat
sedemikian rupa sehingga kesan “nyeni” nya begitu nyata. Di dekat galeri
3 terdapat menara sebagai tempat melihat panorama museum, Sungai Gajah Wong
hingga hiruk-piruk jalan raya. Di barat menara, terdapat rumah berarsitektur
unik yang dulunya merupakan tempat tinggal Affandi dan keluarganya. Rumahnya
mempunyai atap berbentuk pelepah pisang dan terdiri dari dua lantai. Lantai
bawah berfungsi sebagai ruang tamu dan garasi, yang sekarang dijadikan
sebagai Kafe Loteng, sedangkan lantai
atas untuk kamar pribadi.
Oiya,
di museum juga dibangun sanggar yang saat ini dipakai membina bakat melukis
anak. Berwisata kesini bisa sambil belajar melukis dan mengenal tentang seni..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar