Jumat, 02 Februari 2018

Kawah “Melegenda” di Bandung


Kota Bandung memiliki beberapa kawasan wisata populer yang bisa anda kunjungi. Sudah pernah mampir ke Kawah Tangkupan Perahu?
Kawah Tangkupan Perahu  terletak di Sukajaya,  Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sebenarnya kawah Tangkupan Perahu merupakan bagian dari Gunung Tangkupan Perahu. Gunung tersebut termasuk gunung api langka yang kawahnya dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Namun demikian, tidaklah berbahaya bagi masyarakat dan wisatawan  yang hendak menikmatinya dari dekat.
Gunung Tangkupan Perahu memiliki kawah yang luas dengan bentuk yang memanjang dan dari kejauhan bentuk gunung ini tampak seperti perahu yang terbalik, ada legenda yang melekat pada keyakinan masyarakat sekitar kenapa bentuk gunung nya seperti perahu terbalik.
Kisah legenda kontroversionalnya  yang melekat di gunung ini tentang cerita seorang anak, Sangkuriang yang mencintai dan sekaligus ingin menikahi ibunya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya sang ibu membuat persyaratan ,  supaya membuat telaga dan sebuah perahu dalam waktu semalam. Ketika usahanya  gagal, Sangkuriang marah dan perahu ditendang sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu itulah akhirnya membentuk Gunung Tangkupan Perahu.
Gunung yang berada di ketinggian 2.076 m dari permukaan laut ini, terletak sekitar 28 km di utara Kota Bandung. Bentuk gunung ini adalah stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat dan letusannya mengeluarkan jenis bebatuan lava dan sulfur. Saat gunung tidak aktif maka akan mengeluarkan  uap beleran.

baca : persewaan mobil murah Jogja

Dalam perjalanan mendaki ke Tangkupan Perahu, wisatawan disajikan dengan panorama alam pegunungan yang menyejukkan dari ketinggian. Kawasan ini merupakan kawasan lindung hutan yang masih terjaga kelestarian dan keasriannya. Dan juga termasuk kawasan hutan gunung yang sangat ekstrim udaranya, ketika siang hari suhu bisa mencapai sekitar 17°C dan di malam hari malam bisa mencapai 2°C. Dengan begitu, di siang hari kabut biasanya menyelimuti puncak gunung yang mudah menghalangi pandangan, sebaiknya pengunjung datang di pagi hari ketika cuaca masih cerah.
Kawah Tangkupan Perahu  memiliki tiga kawah utama yang terbentang luas.  Tiga kawah tersebut berumuran puluhan ribu tahun, tercatat kawah yang pertama kali muncul setelah letusan adalah kawah paguyangan badak, kemudian dalam fase pergerakan tanah atau geologis muncullah kawah baru secara berurutan kawah upas dan kawah ratu.
Kapan anda singgah ke Kawah Tangkupan Perahu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar